Monday, 1 April 2013

Ucapan Doa Alaihissalam Alav ha Shalom oleh Umat Terdahulu

Mengapa umat Muslim saja yang mendoakan para Nabinya dengan ucapan “Alai
his Salam ( Semoga Allah melimpahkan salam atas diri beliau)?
Jawab :
Bukan cuma tradisi Islam, bahkan tradisi Yahudi kuno dan Nasrani generasi pertama pun, penyebutan nama para nabi dan orang sholeh yang telah meninggal disertai ucapan doa atas mereka dengan “Alav ha Shalom”
Anda bisa mendapatkan bukti hal ini dalam “13 Rukun Iman mereka susunan Rambam” dimana pada Rukun ke 7 dan 8 termuat
I believe with perfect faith that the prophecy of MOSES our teacher, PEACE BE UPON HIM, was true, and that he was the chief of the prophets, both those who preceded him and those who followed him.
I believe with perfect faith that the entire Torah that is now in our possession is the same that was given to MOSES our teacher, PEACE BE UPON HIM

Monday, 11 March 2013

Makna Kata Iqra (Bacalah) Dalam Surat al–‘Alaq

Kata Iqra (اقرا( yang dalam bahasa Indonesia berarti bacalah, merupakan suatu bentuk kata kerja, yang dalam bahasa Arab disebut fi’il amr merupakan kata dasar atau fi’il mudhori’ dari Qara a – yaqrou (يقرا –قرا (yang artinya membaca.

Surat al Alaq ini merupakan wahyu pertama Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW lewat malaikat Jibril di Gua Hira, wahyu pertama ini tidak secara keseluruhan satu surat langsung dari surat al Alaq, wahyu pertama yang Allah turunkan adalah hanya ayat 1 – 5 dari surat al Alaq.

Kata pertama dari surat al Alaq adalah berbunyi Iqra yang artinya bacalah. Bacalah, perintah Allah kepada nabi Muhammad SAW juga termasuk kepada ummatnya adalah diperintahkan untuk membaca. Tetapi, makna dari kata bacalah atau membaca ini tidak hanya sekedar diterjemahkan dalam makna membaca, tetapi membaca disini tidak hanya membaca.

Membaca, betul betul membaca, dalam artian tidak hanya sekedar seperti kita hanya membaca buku saja, itu masih merupakan makna yang sederhana sekali. Padahal,maksud Allah memerintahkan untuk membaca adalah agar umat manusia benar benar membaca, nah bagaimana artian membaca yang sebenarnya?

Disini, saya jelaskan beberapa makna dari kata membaca dalam surat al Alaq, yakni:
Iqra yang artinya bacalah, berarti ummat manusia diperintahkan untuk membaca, membaca bisa juga dimaknai dengan memahami atau fahamilah yang serupa dengan bacalah.
Bisa juga berarti telitilah
Bacalah juga bermakna analisalah, sintesakanlah
Dan bisa juga dengan artian yang lebih luas yaitu temukan teori, temukan ilmu. Karena membaca merupakan salah satu gerbang dari ilmu pengetahuan maka ia jug bermakna temukan ilmu.

Implikasi dari Iqro, ummat Islam itu bisa memproduk sesuatu dengan ilmu atau menciptakan suatu penemuan baru dalam ilmu pengetahuan.

Allah memerintahkan untuk membaca, namun obyek yang dibaca tidak disebutkan dalam Al Qur’an. Allah tidak menentukan apa yang harus dibaca. Artinya, bacalah:
Fenomena, ayat kauliyah dan ayat kauniyah Allah yang terdapat di alam semesta ini.

Ayat kauniyah merupakan ayat ayat berupa alam, seperti adanya ala mini, kita diperintahkan untuk membaca, mempelajari apa yang ada di ala mini, dalam dunia pendidikan seperti kita belajar ilmu eksakta dan ilmu social, itu semua merupakan ayat kauniyah Allah.
Nomena (makhluk gaib/benda gaib/sesuatu yang tidak nampak yang tidak bisa dirasakan oleh indra).

fenomena dan nomena tersebut adalah merupakan obyek ilmu pengetahuan, dimana obyek ilmu pengetahuan yaitu seluruh ilmu ilmu yang berasal dari satu sumber yaitu Allah.

Itulah, sekilas makna Iqra dalam surat al Alaq yang saya dapat dari bangku perkuliahan pada mata pelajaran Tafsir Hadits di semester 3 PAI. Semoga pembaca semua bisa mengambil manfaatnya, dan dapat mengimplementasikan dari makna kata Iqra yang sesungguhnya.

Jadi, kita sebagai ummat Islam sudah mengetahui dan memahami bahwa Allah menyuruh kita semua untuk membaca yang tidak hanya sekedar membaca, maka ummat Islam harus menjadi ummat yang cerdas, tidak boleh bodoh dan mudah dibodohin oleh kaum barat. Yang sejatinya ummat Islam adalah lebih unggul dari ummat lain, maka berbanggalah ummat Islam dengan ilmunya jangan malah mengekor budaya barat. Ummat Islam harus mampu seperti ummat Islam terdahulu yang telah berhasil dan sukses membangun peradaban dunia dengan ilmu pengetahuan.

Lebih penting, sebagai kaum intelektual seperti mahasiswa terlebih mahasiswa muslim harus lebih cerdas dan unggul, harus bisa membaca dengan makna membaca yang sesungguhynya. Semoga, ummat Islam akan selalu sukses dan berhail dengan selalu membaca ayat kauniyah dan kauliyah Allah.


Amin.

Friday, 1 March 2013

Soteriologi Salib Bukanlah Jalan Keselamatan Menurut Yesus


Matius 19
19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
19:17 Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah ALLAH.”
19:18 Kata orang itu kepada beliau: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, 
19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
19:20 Kata orang muda itu kepada beliau: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah aku.”
Pertanyaan :
Jika Sang Nabi tidak menyebutkan peristiwa penyaliban sebagai fondasi iman, maka darimanakah anda mengambil kesimpulan bahwa seorang Kristiani harus mempercayai Penyaliban Yesus sebagai jalan Keselamatan?
Darimanakah ajaran yang mengatakan untuk selamat harus mempercayai Yesus sebagai Tuhan atau okum ketuhanan?
Darimanakah doktrin turun temurun yang memvonis barangsiapa yang tidak mempercayai peristiwa penyaliban pasti mendapat kutuk dan maut?
Jawabnya…Tidak ada
Kesimpulannya: anda tidak perlu mempercayai penyaliban Sang Nabi dan tidak perlu mempercayai Yesus sebagai Tuhan…Karena itu semuabukanlah ajaran Nabi Yesus

Nubuat dalam Alkitab Yesaya 60 Yesaya 62 dan Yesaya 35: Kota Mekkah dalam Alkitab..



Nubuat para jamaah haji datang dari seluruh penjuru dunia dgn berjalan kaki, mengendarai unta kurus dan unta gemuk..hitam dan putih bertemu dan berjabat tangan..Saling mengajarkan Islam untuk negerinya masing2..
Yesaya 60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu,unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba,akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN
Berikut nubuat Yesaya 60 tentang ibadah menyembelih, ibadah qurban di Tanah Suci Makkah…Ketika ternak Suku Qaidaar Bani Ismael dan Suku Nabayuut dipersembahkan di Hari Raya Haji…Idul Adha..Di Saudi Arabia
Yesaya 60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan Bait keagungan-Ku.
Berikut nubuat Yesaya 60 tentang kejayaan kota Mekkah yang dahulu ditinggalkan tidak berpenghuni …Maka Mekkah akan hidup di malamnya dan siangnya…Bait Allah berdiri kokoh..
Yesaya 60:15. Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.
Berikut nubuat Yesaya 60 tentang pintu gerbang Mekkah senantiasa terbuka untuk para peziarah Umroh maupun Haji…dari seluruh negara mereka memberikan kekayaannya kepada negeri yang GERSANG…
Yesaya 60:11 Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan.
Berikut nubuat Yesaya tentang kota Mekkah padang gersang yang tidak dilirik oleh para pewaris Alkitab bahkan tidak dianggap…akan menjadi berharga dengan “Damai Sejahtera”..ISLAM
Yesaya 60:17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu.
Berikut nubuat Yesaya 62 tentang kota Makkah…Makkah hari ini berarti : “Kota yang Dicari-cari”..”Kota Yang Dirindukan”..Tercantum dalam website Free Dictionary dalam http://www.thefreedictionary.com/Meccasebagai “a place that attracts many visitors”
Yesaya 62:12 Orang akan menyebutkan mereka “bangsa kudus”, “orang-orang tebusan TUHAN”, dan engkau akan disebutkan “yang dicari”, “kota yang tidak ditinggalkan”.
Berikut nubuat Yesaya 60 tentang keamanan Makkah yang tersebar setelah pengutusan seorang Nabi..
60:18 Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu “Selamat” dan pintu-pintu gerbangmu “Pujian”.
Berikut nubuat Yesaya 35 bahwa kota Makkah tidak diperkenankan dimasuki oleh kaum Non Muslim…dan para wanita haid dan orang yang belum mandi tahir (mandi junub) dilarang masuk ke kawasan Masjid Al-Haram
Yesaya 35:8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.

Asal mula kata “TUAN” menjadi kata “TUHAN” dalam Alkitab Bahasa Indonesia

Berikut adalah nukilan dari seorang ahli bahasa Indonesia Remy Syladoketika beliau mencari asal kata TUHAN dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat.
…”Ada lagi perkataan yang hebat sekali, terjadi dalam bahasa orang Indonesia, yang awalnya tersua dalam bahasa tulis Melayu berhuruf Latin, juga melintas dari tradisi gereja, yaitu perkataan yang dengan sendirinya dipahami dari sudut teologi Nasrani, menyangkut substansi ilahi dalam insani. Perkataan yang dimaksudkan adalah Tuan danTuhan.
Pemakai bahasa Indonesia semuanya mengerti bahwa perkataan tuan sifatnya insani, dan perkataan tuhan sifatnya ilahi. Artinya, walaupun dalam kata tuan diterangkan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia dengan beberapa catatan, antara lain: satu orang tempat mengabdi, dua yang memberi pekerjaan, tiga orang laki-laki yang patut dihormati, tetap saja dalamnya tidak mengandung pengertian ilahi.
Sebentar lagi kita akan melihat perubahan ejaan dari Tuan ke Tuhan dalam kitab suci Nasrani terjemahan Melayu dengan huruf Latin. Melalui itu dapat gerangan kita simpulkan bahwa pencarian ejaan yang lebih aktual untuk sebutan khusus bagi Isa Almasih dalam terjemahan bahasa Melayu beraksara Latin-yang bersumber dari injil asli bahasa Yunani untuk perkataan Kyrios-menjadi Tuhan dan sebelumnya Tuan,serta-merta telah melahirkan juga eksegesis yang jamak. Sebelum kita memeriksa bukti itu dengan membuka pelbagai versi terjemahan kitab suci Nasrani tersebut-semuanya masih tersimpan dengan rapi di perpustakaan Lembaga Alkitab Indonesia, yang sebagian fotokopinya kami sertakan di sini-patutlah terlebih dulu kita melihat juga bagaimana orang Nasrani sekarang mencatat perkataan Tuhan dalam kamus-kamusnya tentang gereja.
Agaknya buku pertama yang memberi keterangan tentang Tuhan dengan cara yang mungkin mengejutkan awam adalah Ensiklopedi Populer Gereja oleh Adolf Heuken SJ. Keterangannya di situ, Tuhan, “arti kata ‘Tuhan’ ada hubungannya dengan kata Melayu ‘tuan’ yang berarti atasan/penguasa/pemilik.” Ensiklopedia yang hanya satu jilid ini pertama terbit pada tahun 1976. Keterangan tersebut masih kita baca lagi dalam ensiklopedianya yang lebih paripurna, terdiri dari lima jilid, terbit pada tahun 1991, yaitu Ensiklopedi Gereja.
Melihat keterangan itu, dan melihat pula pemakaian kata Tuhan merupakan sesuatu yang mudasir dalam agama Kristen, maka boleh dibilang hal itu sepenuhnya merupakan masalah teologi Kristen. Sesuai data yang kita punyai, istilah Tuhan yang berasal dari kata Tuan, pertama hadir dalam peta kepustakaan Melayu beraksara Latin lewat terjemahan kitabsuci Nasrani tersebut. Perkataan ini dimaksudkan untuk mewakili sifat-sifat omnipresensi atas kata bahasa Yunani, Kyrios, dengan kaitannya pada tradisi Ibrani untuk kata Adon, Adonai, dengan aktualitas sebagai raja dalam kata Yahweh. Maka, memang akan membingungkan, jika orang membaca kitabsuci Nasrani terjemahan Indonesia. Dalam kitab pertama, Perjanjian Lama yang aslinya berbahasa Ibrani, untuk kata-kata Adonai dan Yahweh semua diterjemahkan menjadi Tuhan, sementara dalam kitab kedua, Perjanjian Baru, untuk kata Kyrios juga diterjemahkan menjadi Tuhan.
Dalam kitab suci Nasrani bahasa Melayu beraksara Latin terjemahan Brouwerius yang muncul pada tahun 1668, untuk kata yang dalam bahasa Yunaninya, Kyrios, dan sebutan ini diperuntukkan bagi Isa Almasih, diterjemahkannya menjadi tuan. Coba kita periksa itu dalam buku kelima Perjanjian Baru, dari bagian surat injili Paulus kepada umat di Roma. Kita baca bagian 1:1-4, yaitu, “Paulo Jesu Christo pounja hamba, Apostolo bapangil, bertsjerei pada Deos pounja Evangelio, (Nang dia daulou souda djandji derri Nabbi Nabbinja, dalam Sagrada Scriptoura). Derri Annanja lacki lacki (jang souda berjadi derri bidji David dalam daging: Jang dengan coassa souda caliatan jang Annac Deos, dalam Spirito yang bersaksiakan carna bangon derri matti) artinya Jesu Christon Tuan cami.”
Berhubung terjemahan Brouwerius ini dianggap sulit, antara lain banyaknya serapan kata bahasa Portugis, dan karenanya hanya mudah dipakai di kalangan komunitas bekas-bekas budak Portugis, para Mardijker, maka timbul gagasan orang-orang saleh di antara bedebah-bedebah VOC untuk menerjemahkan kembali seluruh bagian Alkitab: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan bahasa Melayu yang benar-benar bagus. Tugas itu diserahkan kepada Melchior Leijdecker, pendeta tentara yang berlatar pendidikan kedokteran.
Melalui terjemahan Leijdecker-lah kita menemukan perubahan harafiah dari Tuan menjadi Tuhan. Dalam kitab terjemahannya ini, ‘Elkitab, ija itu segala suat Perdjandjian Lama dan Baharuw atas titah Segala Tuawan Pemarentah Kompanija, pada perikop yang sama dengan terjemahan Brouwerius di atas, teksnya adalah, “Pawlus sa’awrang hamba ‘Isaj ‘Elmeseih, Rasul jang terdoa, jang tasakuw akan memberita Indjil Allah, (Jang dihulu telah dedjandjinja awleh Nabijnja, didalam Suratan yang khudus). Akan Anaknja laki (jang sudah djadi deri beneh Daud atas perij daging: Jang telah detantukan Anakh Allah dengan kawasa atas perij Rohu-’Itakhdis, deri pada kabangkitan deri antara awrang mati,) janij ‘Isaj Elmeseih Tuhan kamij.”
Jelas, yang tadinya oleh Brouwerius diterjemahkan Tuan-sama dengan bahasa Portugis Senhor, Perancis Seigneur, Inggris Lord, Belanda Heere-melalui Leijdecker berubah menjadi Tuhan. Nanti pada abad-abad berikut, sepanjang 200 tahun, penerjemah Alkitab bahasa Melayu melanjutkan penemuan Leijdecker tersebut. Kini kata Tuhan yang mula-mula ditemukan Leijdecker untuk mewakili dua pengertian pelik insani & ilahi dalam teologi Kristen atas sosok Isa Almasih-masalah rumit yang memang telah menyebabkan gereja bertikai dan setelah itu melahirkan kredo-kredo: Nicea, Constantinopel, Chalcedon-akhirnya menjadi lema khas dalam bahasa Indonesia.
Apa yang dilakukan Leijdecker, mengapa Tuan menjadi Tuhan, merupakan masalah khas bahasa Indonesia. Hadirnya huruf ‘h’ dalam beberapa kata bahasa Indonesia, seperti ‘asut’ menjadi ‘hasut’, ‘utang’ menjadi ‘hutang’, ‘empas’ menjadi ‘hempas’, ‘silakan’ menjadi ‘silakan’, agaknya seiring dengan kasus nominatif dan singularis dalam tatabahasa Sansekerta ke Kawi dan Jawa. Misalnya tertulis ‘hana’ dibaca ‘ono’, ‘hapa’ dibaca ‘opo’. Di samping itu gagasan Leijdecker mengeja Tuhan untuk mengiring lafaz palatal ‘n’ dengan tepat. Banyak orang yang baru belajar Melayu, bekas budak Portugis asal Goa, terpengaruh Portugis, melafaz ‘n’ menjadi ‘ng’. Juga di Ambon, di pusat tujuan bangsa-bangsa Barat untuk memperoleh rempah-rempah, Tuan dibaca Tuang. Bahkan setelah Leijdecker mengeja Tuhan pun, orang Ambon tetap membacanya Tuang, sampai sekarang. Maka, di Ambon Tuang Ala berarti Tuhan Allah. Selain itu orang Kristen Ambon menyebut Allah Bapa sebagai Tete Manis, harafiahnya berarti ‘kakek yang baik’.
Leijdecker sendiri banyak melakukan kerancuan transliterasi atas kata-kata Melayu dari aksara Arab gundul ke Latin. Melalui contoh acuan perikop di atas, terlihat jelas, bahwa ia tidak mengetahui ketentuan menulis kata-kata Melayu dalam aksara Arab gundul. Umpamanya, agar ‘w’ dan ‘y’ berbunyi ‘o’ dan ‘i’ di depannya harus dipasang alif. Contohnya ‘orang’ adalah (), ‘oleh’ adalah (), ‘itu’ adalah ().
Sudah tentu terjemahan Leijdecker itu tidak mudah dipahami oleh pembaca awam. Karenanya, di abad berikut, di zaman penjajahan Inggris, timbul gagasan untuk merevisi terjemahan Leijdecker tersebut. Robert Hutchings, pastor gereja Anglikan, menghitung sekitar 10.000 kata yang diacu Leijdecker itu tidak tersua dalam kamus Melayu karya William Marsden yang standar baru itu. Terjemahan revisi ini terbit pada tahun 1817, dicetak di Serampura, India.
Sebelum itu, dua tahun setelah Gubernur Jenderal Inggris Raffles, menggantikan kedudukan Gubernur Jenderal Belanda Janssens, telah datang seorang zending dari lembaga London Missionary Society, yaitu William Milne, ke Malaka menemui Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, meminta bantuannya untuk merevisi terjemahan Leijdecker. Lalu, bersama Claudius Thomsen, mereka mengerjakan revisi atas terjemahan Leijdecker tersebut. Abdullah bin Abdulkadir Munsyi merasa terganjel khususnya pada sebutan ‘bapa’ kepada Allah, dan ‘anak Allah’ kepada Isa Almasih. Memang, perkataan itu dipahami pihak Nasrani sebagai acuan teologis, bukan antropologis, untuk mengaktualkan hakikat masyiah dari leluri Ibrani, yang berkonteks diurapi dan bangkit dari kematian.
Setelah itu masih dilakukan lagi revisi-revisi terjemahan Melayu atas kitabsuci Nasrani tersebut oleh pihak zending Inggris. Yang berikut dipimpin oleh Benjamin Keasberry, dan karyanya itu dibantu pula oleh Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. Revisi terjemahan ini terbit pada tahun 1852, dicetak di Singapura.
Namun, di antara sekian banyak revisi yang dikerjakan sepanjang abad ke-19 sampai abad ke-20, bahkan sampai bahasa Melayu menjadi bahasa kebangsaan Indonesia, terlihat dengan jelas, bahwa lema yang digagas Leijdecker untuk menyebut Isa Almasih, Tuhan, telah terus terpakai. Penyusun kamus di abad ke-19 pun membakukannya sebagai lema tersendiri di luar Tuan.
Terjemahan kitabsuci Nasrani yang dianggap tertib bahasa Melayunya adalah yang dikerjakan Klinkert. Ia membakukan Tuhan dalam kitab terjemahan itu menurut pengertian yang sama dengan bahasa sekarang. Klinkert menulis dua versi, yaitu edisi Melayu rendah, Wasijat Yang Baroe, terbit pada tahun 1875; dan edisi Melayu tinggi, Kitaboe’lkoedoes, terbit pada tahun 1879. Versi yang kedua ini merupakan kitab yang paling populer di Minahasa. Di Minahasalah tempat lahirnya gereja protestan yang berorientasi kebangsaan, lima tahun setelah Sumpah pemuda, yaitu KGPM.
Kini, secara linguistik, tidak ada masalah bagi kata Tuhan yang muradif dengan pengertian ilahi. Nama ini pun sudah maktub dalam Pancasila. Yang tidak kurang melahirkan pertanyaan, mengapa sila pertama itu berbunyi ‘ketuhanan yang mahaesa’, ‘bukan ‘Tuhan yang mahaesa’ saja. Dengan ‘ketuhanan’, terkesan seakan-akan ada banyak Tuhan di Indonesia, tapi hanya satu Tuhan yang mesti disembah. Memang, dalam kalimat ini kita meraba adanya kompromi politis dari pendiri-pendiri republik. Tidak muncul diskusi bahasa mengenai hal itu sebelum amandemen yang lalu.”..-Selesai kutipan-

Remy Sylado ahli bahasa
URL source:

Tuesday, 26 February 2013

Maaf, Nabi Yesus bukan untukmu...

Al-Qur’an menyebutkan bahwa Israel terdiri dari dua belas suku :
Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar QS. 7:160
Dalam Alkitab juga disebutkanbahwa Israel terbagi menjadi 12 suku :
Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya… Kejadian 49:28
Dalam Alkitab disebutkan Yesus memilih dua belas murid yang diambil dari dua belas suku Israel untuk membantu dakwanya :
Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Injil Matius 10:2-4
Pada saat menjalankan misi beliau, Yesus dan murid-muridnya berdakwah hanya untuk dua belas suku Israel ini saja, Yesus melarang murid-muridnya untuk berdakwa kepada orang-orang selain bangsa Israel :
Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat IsrailInjil Matius 10:5-6
Bahkan ada nubuat, kelak setelah hari kiamat yaitu hari penghakiman, dua belas murid Yesus tersebut ikut bersama-sama Yesus menghakimi dua belas suku Israel :
.. sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila anak manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Injil Matius 19:28
Jadi Yesus hanya menghakimi orang-orang dari Israel saja, Yesus tidak bertanggung jawab terhadap orang-orang non Israel di seluruh dunia ini.
Menurut Alkitab, hanya 144.000 orang yang akan masuk syurga :
Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Wahyu 7:4
Dari 144.000 orang yang dijamin masuk syurga tersebut adalah dari dua belas suku Israel yang masing-masing suku mendapat jatah 12.000 :
Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan,
dari suku Ruben dua belas ribu,
dari suku Gad dua belas ribu,
dari suku Asyer dua belas ribu,
dari suku Naftali dua belas ribu,
dari suku Manasye dua belas ribu,
dari suku Simeon dua belas ribu,
dari suku Lewi dua belas ribu,
dari suku Isakhar dua belas ribu,
dari suku Zebulon dua belas ribu,
dari suku Yusuf dua belas ribu,
dari suku Benyamin dua belas ribu.
 Wahyu 7:5-8
Dua belas suku Israel tersebut adalah definisi secara lahiriah, memang betul-betul orang Israel secara fisik, bukan Israel secara Rohani. Jadi menurut ayat tersebut, orang-orang non Israel belum ada jaminan masuk syurga. Dalam ayat yang lain disebutkan bahwa pintu syurga yang tersedia, sudah tertulis nama-nama suku Israel :
Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel, Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Wahyu 21:12-13
Untuk orang-orang non Israel, Amerika, Cina, Indonesia, dan lain sebagainya, Alkitab tidak menyebutkan adanya pintu syurga bagi mereka. Tentu untuk masuk syurga, haruslah dengan dalil yang bersumber dari yang menciptakan syurga itu sendiri.
Alkitab justru memberikan keterangan sebaliknya, bahwa Yesus diutus hanya untuk menyelamatkan orang-orang Israel saja :
Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Kisah Para Rasul 13:23
Dengan dalil-dalil alkitab ini, dan ini bertentangan dengan kenyataan agama Nasrani yang menyebar ke seluruh dunia, Yesus tidak tahu menahu nasib orang-orang non Israel. Misi beliau hanya untuk Bani Israel. Bukan untuk Bani yang lain.
Adapun untuk bangsa seluruh dunia…
ALLAH telah menurunkan HUKUM TERBARU…
Hukum yang mencocoki kemaslahatan kebaikan umat manusia itu sendiri…
Hukum yang tidak terlalu berat..
Sebagaimana HUKUM TAURAT dan INJIL yang diperuntukkan bagi bangsa yang dimuliakan ALLAH saat itu,BANI ISRAEL…
Adapun setelah kafir dari Bani Israel mencoba melakukan PERCOBAAN PEMBUNUHAN..
Kepada Nabi Eesha alMasih..Eshua Ha Masiha..atau dalam bahasa Yunani disebut Yesus…
Maka Kerajaan Tuhan dicabut dari mereka dan Diberikan kepada BANGSA YANG LAIN..(MAtius 21:43)
Bangsa yang memberikan BUAH pada Waktunya..
Kepada Bangsa Arab…Amanah kerajaan Islam itu diberikan…
Allah SWT menyatakan bahwa Muhammad saw adalah seorang utusan bagi seluruh alam :
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk rahmat bagi semesta alam AlQur’an 21.AlAnbiya(Nabi-Nabi) 107
Allah SWT menegaskan lagi, bahwa risalah yang dibawa beliau SAW adalah untuk seluruh alam :
Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. QS. 38:87
Sehingga tidak mengherankan bila seruan-seruan dalam Al-Qur’an dimulai dengan seruan “hai sekalian manusia” atau “Wahai Anak Adam” yang menunjukkan keuniversalan sifat orang-orang yang diseru.
Dalam Alkitab, Yesus memberitakan tentang Islam dan memerintahkan umatnya untuk segera melakukan pertobatan massal..
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Injil Matius 4:17
Yang dimaksud kerajaan surga adalah agama Islam yang di bawa nabi Muhammad saw, hal ini diperkuat dengan ayat berikut ini :
….Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu Injil Matius 21:43
Semua dalil-dalil tersebut sangat bersesuaian, bahwa untuk dapat masuk surga, jalan satu-satunya hanyalah dengan masuk agama Islam. Mari kita susun kembali fakta-fakta tersebut di atas :
1. Risalah Yesus hanya untuk orang Israel
2. Hanya 144.000 pengikut Yesus yang masuk syurga.
3. Pintu syurga melalui ajaran Yesus hanyalah bagi dua belas suku Israel.
4. Yesus memerintahkan untuk mengikuti agama Muhammad saw.
5. Agama Islam adalah Rahmatan Lil Alamin.
Dan Allah kembali menegaskan dalam firmanNYA :
Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi. AlQur’an Surat 3.Ali Imran 85
Anda…kepada anda kaum nasrani..Masuklah Islam..

Nubuatan Daniel 2 tentang Kerajaan Yang Meruntuhkan Kerajaan Romawi


Wahai kaum Nasrani…
Sebuah Nubuatan dalam ALKITAB anda yang sangat menakjubkan tentang kedatangan ISLAM yang menggantikan EMPAT KERAJAAN SUPERPOWER SEBELUMNYA…
Bukalah Kitab Daniel 2…Yuk kita mencocokkan dengan SEJARAH DUNIA di situs netral….

2:31. Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.
2:32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,
2:33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.
2:34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.
2:35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. 
2:36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:
2:37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,
2:38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu–tuankulah kepala yang dari emas itu.
2:39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakniyang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.
2:40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
2:41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
2:42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.
2:43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.
2:44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain:kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,
2:45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.”
2:46. Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya.
2:47 Berkatalah raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.”


Sekarang mari kita kupas nubuatan DANIEL dengan fakta sejarah..

1. KEPALA EMAS – Kerajaan Babilonia (605-539 seb M)
“Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di manapun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu–tuankulah kepala yang dari emas itu. Dan 2: 37-38
Penemuan Arkelologi menunjukkan bahwa kerajaan Babilonia adalah kerajaan yang makmur dan jaya. Telah lama dikenal dunia (+ 3000 sebelum Masehi, jaman Nimrod,atau NAMRUDZ). Keliling kota Babilon ada sekitar 10 mil. Bagian dalam kota dilapisi oleh 2 lapis tembok. Tembok sebelah dalam kira-kira 12 kaki tebalnya, tembok luar kira-kira 22 kaki tebalnya. Diantara kedua tembok itu terdapat parit. Perbentengan luar juga mempunyai 2 tembok, masing-masing 24 dan 26 kaki tebalnya. Tiap 55 yar terdapat menara, 250 buah semuanya. Persediaan makanan mereka cukup untuk satu juta penduduknya selama 20 tahun.
Beberapa raja Babilonia yang memerintah dalam kurun waktu nubuat Daniel antara lain
* Raja Nebukadnezar (604 – 562 Seb. M).
* Amal Mardukh (562 – 560 Seb. M).
* Neriglissar (560 – 556 Seb. M).
* Laborosoachod (556 – 555 Seb. M).
* Nebonidus (555 – 540 Seb. M).
* Belshasar (540 – 539 Seb. M)
Belshasar adalah cucu Raja Nebukadnezar yang disebut dalam Daniel 5. Pada masa pemerintahannya, ibukota Babilonia diserbu dan direbut Raja Darius dari Medo dan Raja Koresy dari Persia tahun 539 Sebelum Masehi. Kerajaan Babilonia runtuh, berdirilah kemaharajaan Medo-Parsia.
Betapapun kuatnya kerajaan Babilonia, sesuai nubuatan Alkitab kerajaan ini akan runtuh.
Daniel 5:28 juga menerangkan dengan jelas bahwa, “Kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.”
Melalui pengepungan yang cukup lama, Koresy, raja Persia, dapat mengalihkan aliran sungai Efrat ke tempat lain. Melalui sungai yang telah dikeringkan itu tentara Persia menyerang masuk kota Babel dan mengalahkannya.
2. DADA & LENGAN PERAK – Kerajaan Medo-Parsia (539-331 SM)
“Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.” Dan 2:39
Keterangan :
Alkitab menceritakan wilayah kerajaan ini meliputi 120 propinsi dari India sampai Etiopia (Pada zaman Ahasyweros–dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke EtiopiaEster 1:1).
Beberapa penguasa kerajaan ini yang terkait dengan nubuat Nabi Daniel antara lain
* Raja Darius dari Medo (539 – 536 SM) Ezra 6:1.
* Raja Koresy dari Parsia (536 – 529 SM) Ezra 1:1
* Cambyses dan 9 raja keturunan Parsia termasuk Raja Xerxes I (485 – 465 SM) dan Raja Arthasasta 1 (465 SM ) Ezra 7:7
* Raja Darius Codomanus (336 – 331 Seb.M). Raja ini keturunan Medo yang dikalahkan Aleksander Zulkarnaen di Arbela tahun 331 SM meskipun kekuatannya 20 kali lebih besar dari kekuatan bangsa Makedonia/Yunani. Tercatat pengkhianatan punggawa-punggawa raja.
3. PERUT dan PINGGANG TEMBAGA – Kerajaan Yunani (331-168 SM)
Keterangan :
Kerajaan Yunani (Greek) mengikuti kerajaan Medo-Parsia sebagai suatu kerajaan dunia, memerintah selama 163 tahun. Aleksander Agung hidup antara 354-323 SM, hanya berusia 32 tahun, meninggal di puncak kemenangannya menaklukkan Mesir. Kerajaan Yunani tidak diwarisi keturunannya, tapi menjadi lemah dan terbagi atas 4 Panglima yang menjadi Gubernur tapi berlaku sebagai raja. Ke 4 Panglima itu adalah
* Cassander di Barat meliputi Makedonia/Yunani.
* Lysimachus di Utara meliputi Thrace, Asia Kecil-Bosphorus
* Ptolemy di Selatan meliputi Mesir, Arab dan Palestina
* Seleucus di Tin-bur meliputi Syria, Babilonia.
Keturunan-keturunan para panglima itu berusaha menyatukan seluruh bekas wilayah Yunani tapi untuk waktu cukup lama tidak satu pun yang berhasil.
4. PAHA DARI BESI – Kerajaan Romawi (168 M – 476 M)

“Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.
Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.
Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.
Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. Dan 2 : 40-43
Keturunan Lysimachus di Utara bertambah kuat dan akhirnya pada tahun 168 SM mengalahkan Raja Philipus V dari Makedonia, Raja Antiokus III dari Syria dan menaklukkan Mesir. Berdirilah kerajaan ROMAWI. Kekaisaran Romawi bertambah luas dan kuat. Kaisar Julius Caesar menaklukkan Mesir. Beberapa Kaisar lain menjadikan Emperium Roma menjadi superpower dunia.
Kaisar Diocletianus (283 – 305 M) mulai memindahkan pemerintahan ke bagian timur. Kemudian Kaisar Konstantin menetapkan Konstantinopel (Istambul, di Turki) sebagai Ibukota Kekaisaran. Bagian Timur berkembang dan disebut Byzantium, bagian barat kurang berperan dan terpecah-pecah. Sejarah menyebutnya Romawi Barat dan Romawi Timur.
Dari sini frase “mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat” dapat dipahami Dua Negara dari Satu Bangsa. Romawi barat dan Romawi timur.
Tahun 395-476 M adalah tahun yang dikenal sebagai awal kejatuhan Kerajaan Romawi Barat,kerajaan yang lebih lemah daripada saudaranya di timur, Byzantium(sumber wikipedia), perpecahan kerajaan itu sebenarnya mengalami proses yang lama, lebih dari 200 tahun, akibat pemeberontakan suku-suku Barbar seperti Jerman, Visigothi dll. Sampai akhirnya kerajaan Jerman melalui Odoacer menurunkan kaisar Romulus Augustus, kaisar Romawi Barat. Tahun 476 M diterima secara sepakat sebagai keruntuhan Romawi Barat. Beberapa suku Barbar yang menyerang cepat menghilang tanpa meninggalkan bekas. Suku-suku Barbar lain berhasil menaklukkan dan menguasai kerajaan yang sudah kalah itu. Barbar yang kuat dan lebih permanen dari kerajan lain.
Kedudukan Romawi digantikan saudaranya, Romawi Timur yang lebih kaya dan lebih kuat walaupun harus runtuh pada tahun 1453 M. tahun ini disepakati sebagai keruntuhan Romawi secara keseluruhan setelah ibukotanya di Turki, Constantinople di rebut Kerajaan Islam dibawah pimpinan Sultan Mehmet II. Dengan menggunakan Canon Ball buatan Urban, sarjana Jerman maka runtuhlah Romawi dari panggung sejarah(Sumber di Hystorynet)atau di wiki Orthodox).
5. BATU DARI LANGIT – Kerajaan Allah

“Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain:
kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu.
Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.” Daniel 2:44-45
Tahun 571 M seorang yatim dilahirkan di sebuah dataran dan pegunungan tandus. Bangsa Arab berabad-abad tinggal didalamnya tak ada bangsa yang melirik bangsa dengan wilayah tandus ini. Apalagi berpikir kelak akan menjadi kerajaan yang meruntuhkan Adidaya Kerajaan Persia dan Romawi. Bahkan bangsa Yahudi dan Nasrani pun sampai sekarang meremehkan dan mengejek bangsa ini sebagai bangsa keturunan budak( konon Hagar adalah budak seorang kudus bernama Abraham).
Tak ada yang menyangka, dari daerah gersang tandus ini, 60 tahun dari kelahiran yatim bernama Muhammad(sholallahu alaihi wassalaam), kelak muncul sebuah Kerajaan yang meruntuhkan dua kerajaan Adidaya saat itu..Romawi ditahun 1423 M dan Persia di remukkan di tahun 642 M.
Persia diruntuhkan pada perang Qadissiyah dengan terbunuhnya Panglima Perang legendaris,Jendral Rustam Farrukhzad oleh Panglima Pasukan Muslim Saad Bin Abi Waqqash dan akhirnya Yazdargird III pada tahun 642 M tewas setelah mancari bantuan kemana-mana tidak berhasil(Sumber klik di Wikipedia)
Keruntuhan Romawi dimulai dengan serangan kaum Muslimin pada tahun 636 M yang mengobarkan Perang Yarmuk (Sumberwikipedia)untuk mengajak Romawi kepada Islam dan Romawi runtuh secara keseluruhan setelah ibukotanya di Turki, Constantinople direbut Kerajaan Islam dibawah pimpinan Sultan Mehmet II . Dengan menggunakan Canon Ball buatan Urban, sarjana Jerman maka runtuhlah Romawi dari panggung sejarah(Sumber bahasa Indonesia klik di sini, situs sejarah di Hystorynet)atau di wiki Orthodox).
Jadi…Wahai kaum Nasrani…Kerajaan itu telah datang…1400 tahun lalu sebuah batu telah tercungkil dari gunung cadas dan menghancurkan kebudayaan Pagan Romawi dan Kebudayaan Persia..
600 tahun sebelum kedatangan Kerajaan Tuhan itu sang Nabi terakhir Bani Israel telah berpesan :
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Injil Matius 4:17