Sunday, 24 February 2013

Fakta dan Realita : Muslim dan Sains yang Diklaim Ilmuan Barat


pendulum

Pada abad ini, sebagian besar penemuan dalam bidang sains diklaim oleh ilmuwan-ilmuwan Barat (Eropa atau Amerika). Seringkali kita menemukan nama-nama ilmuwan seperti Galileo, Da Vinci, Copernicus, dan Newton di buku-buku teks standar dan atau ensiklopedia.

Disadari atau tidak hal ini mengacu kepada kesimpulan bahwa kontribusi negara-negara lain terhadap sains masih kurang. Sangat sedikit buku yang merangkum perkembangan yang telah berhasil dicapai oleh bangsa India kuno, Cina, atau ilmuwan Muslim.

Padahal, sebagian besar dasar sains ditemukan oleh bangsa non-Eropa atau Amerika. Contohnya, ilmu pengobatan Barat modern berasal dari ilmu pengobatan Islam.
Kompas Cina

Di bawah ini contoh beberapa penemuan yang ada di sekitar kita yang diklaim oleh ilmuwan-ilmuwan Barat. Realita merupakan penemuan-penemuan yang diklaim, sedangkan fakta merupakan penemuan asli dari penemuan yang diklaim. Let’s check it out!!
1. Realita : Cermin kaca pertama kali diproduksi di Venesia pada tahun 1291.
    Fakta    : Cermin kaca digunakan oleh Islam Spanyol pada awal abad ke-11. Orang     orang Venesia mempelajari teknik pembuatannya dari seniman  Syria pada abad

    ke-9 dan 10.
2. Realita : Pada abad ke-17, pendulum dikembangkan oleh Galileo selama masa    
   remaja.
   Fakta : Pendulum diketemukan Ibn Yunus al-Masri pada abad ke-10, orang yang  
   pertama kali mempelajari dan mendokumentasikan gerakan osilasi. Kegunaannya    pada am diperkenalkan oleh ahli fisika Muslim pada abad ke-15.
3. Realita : Studi Isaac Newton di abad ke-17 tentang lensa, cahaya, dan prisma  
    menjadi dasar dari sains optik modern.
   Fakta : Pada abad ke-11, al-Haytham mengemukakan hal yang diungkapkan  
   Newton dan dijuluki oleh para ilmuwan sebagai “Bapak penemu optik”.  Karya-  
   karyanya digunakan dan dikuotasi oleh banyak pelajar Eropa pada bad ke-16 dan
   17, melebihi kombinasi Newton dan Galileo.
4. Realita : Konsep dari karantina dikembangkan pertama kali di Venesia pada tahun     1403.
   Fakta : Konsep dari karantina
5. Realita : Isaac Newton, pada abad ke-17, menemukan bahwa sinar putih terdiri  
    dari campuran pancaran sinar berwarna-warni.
   Fakta : Hal ini telah dikemukakan oleh al-Haytham pada abad ke-11 dan Kamal ad-    Din pada abad ke-14.
6. Realita : Pada tahun 1614, ohn Napier menemukan logaritma dan tabel logaritmik.
   Fakta : Matematikawan Muslim menemukan logaritma dan memproduksi tabel    
   logaritmik beberapa abad sebelumnya, sekitar awal abad ke-13.
7. Realita : Selama abad ke-17, Rene Descartes menghasilkan penemuan bahwa
    aljabar dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah  geometrikal.
   Fakta : Matematikawan Islam menyelesaikan hal ini dengan sempurna pada awal  
   abad ke-9. Orang yang pertama kali menemukanna adalah Thabit   bin Qurrah.
8. Realita : Kompas ditemukan di Cina sekitar tahun 1000-1100 Masehi. Referensi  
    awal penggunaan kompas untuk navigasi dilakukan oleh  Alexander Neckam  
    (1157-1217).
   Fakta : Ahli geografi dan navigasi Islam adalah orang-orang yang menggunakan  
   jarum magnet dalam navigasi untuk pertama kali. Mereka menemukan kompas dan    menyebarkan ilmunya ke Barat. Neckam kemungkinan mempelajarinya dari  
   pedagang Muslim.
9. Realita : Robert Boyle, pada abad ke-17, menemukan sains dari kimia.
   Fakta : Beberapa ahli kimia Muslim, termasuk ar-Razi, al-Jabr, al-Biruni, dan al-    
   Khindi, melakukan ekperimen-eksperimen sains 700 tahun  sebelum Boyle. Durant    menyatakan bahwa ilmuwan Muslim mengenalkan metode eksperimen dari sains
   ini. Humboldt menghargai ilmuwan Muslim sebagai penemu kimia.

10. Realita : Nicolas Desmarest mengemukakan formasi lembah secara geologis  
      pada tahun 1756.
      Fakta : Ibn Sina dn al-Biruni telah mengemukakan hal tersebut selama abad ke-
     11.
11. Realita : Paul Ehrlich (abad ke-19) adalah penemu dari obat kemoterapi, yaitu    
      obat spesifik untuk membunuh mikroba.
      Fakta : Ahli fisika Muslim telah menggunakan berbagai macam substansi spesifik       untuk menghancurkan mikroba. ar-Razi (abad ke-10)  menggunakan senyawa
      Merkuri sebagai antiseptik topikal. Diperkenalkan pertama kali pada abad ke-7  
      oleh Rasulullah SAW. yang secara biak memperingati untuk tidak memasuki atau       meninggalkan daerah yang sedang terjangkit wabah.
12. Realita : William Harvey, selama abad ke-17, menemukan hal bahwa darah    
      bersirkulasi. Dia pertama kali mendeskripsikan fungsi jantung,  arteri, dan vena  
     secara benar.
     Fakta : Pada abad ke-10, ar-Razi menuliskan haisl penelitian tentang sistem vena,      termasuk deskripsi fungsi vena dan katupnya. Ibn an-Nafs dan Ibn al-Quff (abad  
     ke-13) menyediakan dokumentasi lengkap tentang sirkulasi darah dan  
    mendeskripsikan fisiologi jantung dan fungsinya 300 tahun sebelum Harvey.  
    William Harvey merupakan lulusan Universitas Padua di Italia yang pada masa itu       kurikulumnya mengacu kepada textbooks yang ditulis oleh Ibn Sina dan ar-Razi.
   (Sumber: missionislam.com)
Selain beberapa fakta yang telah disebutkan, masih banyak lagi fakta-fakta tentang penemuan ilmuwan Muslim yang diklaim oleh ilmuwan Barat. Mengingat hal tersebut, tentunya kita sebagai Muslim generasi masa kini pun masih dapat berkontribusi.

Fakta masa lalu mengatakan bahwa orang Muslim tidak ketinggalan dengan orang Barat, bahkan menjadi acuan. Namun, jangan terlena dengan kejayaan di masa lalu. Yang menjadi topik saat ini adalah “Apa yang bisa diberikan oleh Muslim generasi masa kini?”
Sebenarnya sangat besar potensi yang dimiliki oleh semua orang, masalahnya adalah bagaimana membangunkan potensi tersebut. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menanamkan keyakinan dan kepercayaan diri bahwa kita mampu.

Kalau kepercayaan diri saja tidak ada, bagaimana dengan motivasinya? Setelah itu jangan lupa untuk terus memperbaiki diri. Mulailah mengatur diri, waktu, dan etos kerja kita. Mulai dari hal-hal kecil namun sering, hingga nantinya menjadi hal-hal besar.
Kreatifitas, keseimbangan antara otak kanan-kiri, keseimbangan jasmani dan rohani pun turut berperan penting. Selain otak kiri untuk berpikir matematis, otak kanan menjadi penting karena merupakan tempat ide-ide kreatif berkumpul. Yang diperlukan adalah kemauan untuk menarik potensi itu.

Keseimbangan jasmani penting, karena jika kita sakit akan menghalangi aktivitas kita untuk berkontribusi. Keseimbangan rohani pun menjadi kunci utama yang dimiliki seorang Muslim, karena segala sesuatu akan kembali kepada Allah. Tanpa iman, ilmu yang kita gunakan dapat saja menjadi bersifat destruktif. So, sudah siap menjadi “The Next Muslim Scientist”?

Friday, 22 February 2013

NASA Membenarkan Matahari Akan Terbit dari Barat!!


Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat:
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” [Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dan Riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah]
Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah.
Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” [Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha]
 _______________
MATAHARI TERBIT DARI BARAT DIBENARKAN ILMUWAN FISIKA DAN MASUK ISLAM
Ilmuwan Fisika Ukraina Masuk Islam Karena Membuktikan Kebenaran Al-qur’an Bahwa Putaran Poros Bumi Bisa Berbalik Arah
Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorong Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.
Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sampel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori modern yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.
Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat !!!
Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” [dari kitab Islam wa Qishshah]

Arius dan Kaisar Konstantin


Kehidupan Arius sangat erat kaitannya dengan Kaisar Konstantin I, kaisar Imperium Romawi. Sehingga kita tidak bisa memahami sejarah kehidupan salah satunya, tanpa memahami orang satunya lagi. Kisah Konstantin menaruh perhatiannya kepada Gereja berawal dari kekhawatirannya terhadap kedudukannya di Roma. Kaisar yang bernama lengkap Flarius Valerius Aurellius Constantinus ini merasa cemburu terhadap putra mahkota bernama Crispus (Flavius Julius Crispus). Putra ini sangat termahsyur, karena posturnya yang menawan dan sikapnya yang ramah, disertai keberaniannya di medan pertempuran. Agar namanya tetap bertahan sebagai figur kaisar Romawi, dan tidak tenggelam oleh ketenaran nama putra mahkotanya, maka Konstantin membunuh Crispus. Kematiannya menimbulkan duka rakyat Romawi. Di balik pembunuhan itu, ada berita bahwa ibu tiri putra mahkota itu menginginkan putra kandungnya sendiri yang akan menjadi kaisar, sehingga dia berniat untuk menghabisi Crispus. Akhirnya Konstantin menjatuhi hukuman mati kepada ibu tiri itu dengan membenamkannya ke dalam air mendidih. Para pendukung permaisuri yang mati itu bergabung dengan para pecinta putra mahkota menuntut atas kematian kedua orang itu. Konstantin dalam posisi tersudut dan meminta bantuan pendeta Kuil Yupiter di Roma. Tetapi para pendeta itu mengatakan, bahwa tidak ada kebaktian atau korban yang bisa menghapus dosa pembunuhan yang telah dilakukannya. Suasana yang tegang di Roma membuat dia tidak merasa tentram, sehingga Konstantin pun pergi ke Bizantium.


Setelah tiba di sana, dia mengubah nama kota di pinggir selat Bosporus itu sesuai dengan namanya, Konstantinopel, yang selanjutnya menjadi ibukota Kekaisaran Romawi Timur. Di tempat baru itulah dia melihat perkembangan Gereja Paulus yang sangat menakjubkan. Konstantin mendapat pelajaran, bahwa bila dia mau bertobat dan mengakui dosanya di gereja, maka dosa itu akan diampuni. Kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk membersihkan nama dan tangannya yang telah dikotori lumuran darah dua pembunuhan dan keputusan-keputusan jahat selama dia berkuasa. 

Setelah merasa terbebas dari beban dosa, dia pun mencurahkan pikirannya untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh imperiumnya. Dia melihat adanya kemungkinan memperalat Gereja untuk meraih tujuannya dan menunjukkan loyalitasnya, dengan cara memberi kebebasan kepada Gereja untuk berkembang, yang sebelumnya telah ditindas dan dibinasakan oleh Kaisar Diolektianus (284-305 M). Berkat dukungan Konstantin inilah perkembangan gereja semakin kuat dan pesat. Sebaliknya dia mendapatkan keuntungan yang besar, karena wilayah sekitar Laut Tengah dipenuhi oleh gereja, yang pemeluknya dapat dipergunakan untuk mendukungnya di medan perang. Bantuan pendeta merupakan faktor yang sangat penting untuk menyatukan Eropa dan Timur Tengah di bawah kekuasaan Konstantin. Karena rasa terima kasih kepada Gereja di satu sisi, dan ingin menyudutkan para pendeta Kuil Yupiter di Roma yang tidak mau membantunya, pada sisi lainnya, dia mengajak Uskup Roma (yang selajutnya dinamakan paus oleh Paus Gregorius XVI untuk membedakan dengan petinggi gereja atau patriarkh di Timur) untuk membangun gereja yang besar dan megah di kota Roma. Dari posisi terjepit di kota itu, Kristen kemudian diberi fasilitas-fasilitas yang luar biasa oleh Konstantin. Di samping itu dia membiayai pembangunan gereja yang besar dan megah di bukit Zion, Yerusalem.


Walaupun dia telah memberikan bantuan besar dan masuk agama Kristen, tetapi dia belum pernah dibaptis, sebab pengaruh paganisme yang menyembah Dewa Yupiter dan dewa-dewi lainnya masih sangat dominan. Oleh karena itu Konstantin bersikap menjaga keseimbangan, yang kadangkala dia menampakkan diri seakan-akan sebagai pemuja dewa itu. Sikap seperti itu berlangsung cukup lama sampai meledaknya pertentangan di tubuh Kristen, antara denominasi Gereja Paulus (Pauline Church) yang memegang konsep Trinitas dengan denominasi Gereja Rasuli (Apostolic Church) yang menganut paham Unitarian (Adopsionisme).


Tokoh paling terkemuka denominasi Unitarian (pandangan Adopsionis) waktu itu adalah Arius dari Aleksandria, salah seorang Dewan Gereja yang sangat terkenal dalam sejarah dunia Kristen. Dia lahir tahun 250 di Libya dan belajar di perguruan Antiokia yang dibimbing oleh Lucius. Ia merupakan kekuatan baru bagi Gereja Rasuli yang menghidupkan dan mempertahankan ajaran Yesus yang murni, dengan semboyan: “Ikutilah Yesus menurut yang diajarkan oleh-Nya”, serta menentang ajaran-ajaran Kristen yang diciptakan oleh Gereja Paulus. Keagungan nama Arius pada masa itu dapat dilihat dari namanya yang sampai sekarang disinonimkan dengan denominasi Unitarianisme, yakni aliran yang meyakini bahwa satu-satunya tuhan hanyalah Tuhan ALLAH (Bapa), dan Yesus adalah pelayan dan utusan yang dikirim Allah.


Gereja Paulus menerima pukulan telak dari pihak Arius. Mereka mengakui, Arius bukan hanya seorang ahli perencana saja, melainkan juga sebagai orang yang jujur dan tidak pernah melakukan perbuatan tercela. Pada saat tradisi lisan (oral tradition)—yang mempertahankan ajaran Yesus—mulai lumpuh, dibarengi dengan pemahaman Tradisi Tulisan semakin menyimpang jauh, maka Arius tampil dengan segala keberanian dan kegigihannya mempertahankan ajaran Yesus yang telah disampaikan oleh para muridnya secara murni, serta menentang persekutuan pihak gereja dengan Kaisar Konstantin.


Arius adalah murid Lucian dari Antiokia (yang kemudian Santo Lucian) yang paling keras mengecam Gereja Paulus. Oleh karena dia selalu diincar pembunuhan oleh aliran Trinitas. Arius menyadari akan bahaya yang mengancam jiwanya. Walaupun riwayat hidup masa mudanya tidak begitu jelas, tetapi dia tercatat menjadi tokoh besar Gereja Becaulis Aleksandria.


Sampai pada masa Konsili Nicaea tahun 325 M, perbedaan keyakinan di kalangan Kristen sangat beragam. Karena kepercayaan di kalangan Kristen sangat beragam. Karena kepercayaan berdasarkan kemauan dan pilihan masing-masing individu. Sebelum gereja mendapatkan kebebasan dari Imperium Romawi, perbedaan keyakinan itu menimbulkan pertentangan sengit, yang pada akhirnya mengakibatkan pertikaian antarkelompok Kristen. Bahkan sering terjadi penangkapan, penyiksaan, dan bahkan pembunuhan gelap.


Ketika Konstantin menjalin aliansi dengan Gereja, terjadilah perubahan dramatis. Meskipun waktu itu Konstantin masih menjabat kepala negara yang penduduknya mayoritas menganut paganisme, tetapi secara terbuka memberi bantuan kepada gereja, yang pada masa itu mungkin perbedaan antara Gereja Paulus (Pauline Church) dengan Gereja Rasuli (Apostolic Church) belum begitu tajam. Dengan demikian, Kekristenan memperoleh kedudukan baru di bawah naungan Kaisar Romawi. Bagi kebanyakan orang, perkembangan Kristen seperti ini menimbulkan masalah politik. Sebagian orang yang dulunya menentang agama itu, berbalik mendukungnya karena mendapat tekanan dari pemerintah. Oleh karena itu mereka memeluk agama Kristen bukan karena panggilan hati nuraninya, melainkan karena tujuan-tujuan tertentu. Perubahan situasi itu sangat menguntungkan pihak Kristen. Gereja Paulus dan Gereja Rasuli masing-masing berkembang pesat ke seluruh wilayah Imperium Romawi, mengakibatkan pertentangan kedua aliran itu semakin tajam di setiap daerah.


Konstantin yang pada waktu itu masih belum memahami ajaran Kristen, hanya ingin mendapatkan keuntungan politis bila tercipta kesatuan gereja yang tunduk padanya, dan berpusat di Roma, bukan Yerusalem. Ketika para jemaat Gereja Rasuli (Apostolic Church) menolak untuk memenuhi keinginan kaisar itu, Konstantin berusaha melakukan tekanan-tekanan terhadap mereka. Tetapi setiap tekanan itu tidak mendatangkan hasil yang diharapkan. Para jemaat Gereja Rasuli yang menganut paham Unitarian itu tetap menolak untuk tunduk kepada Uskup Roma1 (Paus).


Pertentangan semakin tajam mengenai pokok-pokok keyakinan di dalam agama Kristen. Sementara itu doktrin Trinitas telah diterima sepenuhnya oleh pihak-pihak tertentu dalam dunia Kristen. Sedangkan pihak Donatus, Melitus, terutama Arius menentang doktrin tersebut. Setelah lebih dari dua abad, doktrin itu menjadi bahan perdebatan, tidak ada pihak yang bisa memberikan penjelasan dan penafsiran yang memuaskan. Karena banyak pihak yang menentangnya, semakin banyak membutuhkan penjelasan dan definisi dogma itu. Pihak gereja harus memberikan definisi tentang sifat kemanusiaan dan sifat ketuhanan Yesus. Serta memberikan penjelasan mengenai hubungan oknum yang satu dengan oknum lainnya dalam Trinitas. Gereja harus menunjukkan definisi yang akurat mengenai hubungan ketuhanan Yesus dengan Perawan Maria, ibunya. Karena setiap orang Kristen selalu dihadapkan pada sekian banyak masalah dogma Trinitas, maka surat pertanyaan yang dikirim kepada pihak Kepausan di Roma semakin menggunung.


Surat jawaban dari Paus ternyata tidak bisa memberikan kepuasan bagi semua pihak. Arius tampil mengajukan tantangannya kepada pihak Paus untuk memberikan definisi yang logis dan rasional mengenai doktrin Trinitas. Arius sendiri memberikan penjelasan sebagai berikut:


“Jika Yesus itu sebagai anak Tuhan, berarti Bapa [Allah] harus ada terlebih dahulu dari pada Yesus. Justru sebelum ada Anak [Yesus], harus ada jarak waktu. Dalam jarak waktu itu sang Anak belum ada. Dengan demikian sudah pasti, bahwa Anak [Yesus] itu diciptakan oleh Allah dari esensi yang sebelumnya tidak ada. Oleh karena itu Yesus tidak sama dengan Bapa [Allah].”


Kalangan gereja Trinitas merasa terjungkal. Patriarkh Alexander mengundang Dewan Gereja untuk mempersoalkan pendapat Arius itu. Sekitar seratus uskup dari Mesir dan Libya menghadiri undangan itu untuk meminta pertanggungjawaban dari Arius. Untuk mempertahankan keyakinannya, Arius mengajukan argumentasi yang tidak bisa dibantah sebagai berikut:


“Ada suatu tempo, yang di dalam tempo waktu itu Yesus belum ada, sedang Allah bersifat Maha Dulu dan Maha Abadi. Karena Yesus adalah makhluk Allah, maka dia bersifat fana (tidak kekal), dan sudah tentu tidak memiliki sifat abadi. Karena Yesus itu makhluk, maka dia termasuk obyek bagi perubahan seperti makhluk berakal lainnya. Karena hanya Allah saja yang tidak berubah, maka Yesus bukanlah oknum Tuhan.”


Di samping menggunakan akal budi (logika), dia pun mengukuhkan argumentasinya dengan mengutip ayat-ayat Alkitab untuk membantah doktrin Trinitas seperti:


“Jika Yesus sendiri telah mengatakan: “Bapa lebih besar dari pada Aku.” (Matius 14:28), bagaimana kita bisa percaya bahwa Allah dan Yesus itu sama?. Kepercayaan seperti itu sangat bertentangan dengan firman Yesus sendiri di dalam Kitab Suci.”


Pendapat Arius ini tidak bisa dibantah oleh semua uskup yang hadir pada sidang itu. Tetapi Patriarkh Alexander, dengan menggunakan kekuasaan jabatannya, menjatuhkan vonis “Hukuman Pengucilan Gereja” terhadap Arius.


Dalam tradisi gereja, siapa yang mendapat hukum pengucilan (ekskomunikasi) itu, tumpahan darahnya menjadi “halal”. Pembunuhnya akan mendapatkan jaminan keselamatan (surga), karena telah berjasa membasmi pembawa ajaran sesat (bidaat)! Tetapi Arius mempunyai banyak pengikut yang pengaruhnya sangat luas, dan tidak dapat dianggap enteng oleh pihak Gereja Trinitas (Gereja Barat), apalagi para uskup wilayah Timur tidak membenarkan vonis Patriarkh Alexander itu.


Pertentangan masalah keyakinan ini semakin memuncak. Alexander berada pada posisi yang terjepit, bahkan sangat kecewa karena para uskup wilayah Timur mendukung Arius. Terutama Eusebius dari Nicomedia (wafat 342 M), sahabat Arius yang sangat berpengaruh di istana Konstantinopel, dan Eusebius Caesarea (260-340 M) memberikan dukungan yang sangat besar kepada Arius. Dua orang ini dan Arius adalah murid Lucian. Pembunuhan gelap terhadap guru mereka, membuat hubungan ketiga murid itu semakin erat.


Sampai sekarang kita bisa melihat surat Arius yang dikirim kepada Eusebius Konstantinopel, setelah dia dijatuhi vonis “hukuman pengucilan” (ekskomunikasi) dari Alexander. Di antara surat itu berbunyi: “Kami dihukum karena menyatakan, Yesus itu mempunyai permulaan, sedangkan Allah tidak mempunyai permulaan.”


Catatan mengenai pertentangan tajam waktu itu, sangat sedikit sekali yang bisa kita jumpai. Surat-surat yang masih selamat, menunjukkan, Arius tabah mempertahankan ajaran Yesus yang murni dan yang bebas dari perubahan, dan sama sekali tidak menghendaki perpecahan dalam Kristen. Sedangkan kumpulan surat-surat Alexander memperlihatkan, penggunaan bahasa yang tidak sopan terhadap Arius dan para pendukungnya. Di antara surat-surat itu Alexander pernah menulis sebagai berikut:


“Mereka sudah dikuasai Iblis yang merasuk dalam diri mereka. Mereka adalah tukang sulap dan penipu yang cerdik merayu. Mereka kelompok penyamun yang hidup dalam persembunyian, yang siang malam mengutuki Kristus mereka mendapatkan banyak pengikut dengan memperalat wanita tunasusila.”


Surat yang bernada kasar itu membangkitkan kemarahan Eusebius. Beliau mengundang uskup-uskup wilayah Timur untuk menjelaskan duduk persoalannya. Pertemuan para uskup itu menghasilkan keputusan untuk mengirim surat pada seluruh uskup wilayah timur dan barat, agar mendesak Patriakh Alexander untuk mencabut hukuman yang dijatuhkan kepada Arius. Alexander mau mencabut vonisnya, asalkan Arius mau tunduk kepadanya. Syarat itu ditolak oleh Arius, dan ia pergi ke wilayah Palestina untuk membina jemaat Kristen di tempat itu. Alexander mengirimkan surat kecaman terhadap Arius dan Eusebius kepada seluruh pelayan-pelayan gereja Katolik. Alexander menuduh, Eusebius mendukung Arius bukan karena keyakinan yang dianut oleh Arius, melainkan disebabkan oleh kepentingan ambisius.


Kaisar Konstantin melihat situasi di tubuh Kekristenan semakin memburuk. Dia terpaksa turun tangan dengan mengirimkan surat kepada kedua pihak. Kaisar itu sangat mengharapkan kesatuan pendapat dalam agama. Karena hal itu akan menjamin stabilitas daerah yang dikuasainya. Dia meminta keduanya melupakan masalah yang dipertentangkan.


Sementara itu terjadi persengketaan antara Konstantin dengan saudara iparnya, Lucianus, yang menguasai wilayah Tracia. Dalam pertempuran tahun 324 M, Lucianus tewas terbunuh. Karena dia termasuk pendukung Arius, kematiannya mengakibatkan posisi Arius mengalami banyak kemunduran. Sekalipun Konstantin memenangkan peperangan, tetapi dia tidak mampu membendung kerusuhan yang melanda beberapa wilayah Romawi. Kaisar tidak mempunyai jalan lain, kecuali dengan cara mengundang seluruh uskup untuk menyelesaikan persoalan rumit itu di bawah tekanan persenjataan. Posisi dirinya yang masih menganut paham paganisme, bisa menguntungkan dia, karena tidak termasuk pengikut salah satu aliran Kristen, dan bisa menjadi pemimpin sidang dan penengah yang tidak memihak. Konstantin diberi restu oleh para uskup untuk menjadi pemimpin sidang, karena tidak ada pihak yang menyetujui aliran lain memimpin sidang itu. Sidang para uskup tahun 325 Masehi yang dipimpin oleh Konstantin itu terkenal dengan sebutan Konsili Nicaea.


Anggota sidang Gereja Semesta yang pertama kali kebanyakan terdiri dari para uskup yang masih lugu, jujur, dan berpegang teguh pada keyakinan yang dianutnya. Di saat itulah secara mendadak mereka harus berhadapan dengan tokoh-tokoh yang menguasai filsafat Yunani. Sehingga mereka tidak bisa memahami ungkapan-ungkapan filosofis yang didengarnya. Sebaliknya, mereka kehilangan kemampuan untuk mengungkapkan pendapatnya, apalagi harus menghadapi argumentasi pihak lain yang berdasarkan logika. Oleh karena itu, mereka harus memilih salah satu dari dua pilihan, bertahan pada keyakinannya secara diam-diam, atau menyetujui apa saja yang diputuskan oleh pemimpin sidang.


Wakil-wakil dari pihak Gereja Paulus (Trinitas), seperti Gereja Roma, yang mempertahankan Tiga Oknum, ternyata mereka hanya mampu menunjukkan Dua Oknum (Binitarian), yakni Allah Bapa dan Anak (Yesus). Mereka tidak berdaya untuk mencari dalil dari Alkitab bahwa Roh Kudus itu adalah salah satu dari oknum Tuhan.


Para uskup murid Lucian seperti Arius, dengan mudah menyudutkan pihak Gereja Paulus dari masalah satu ke persoalan yang lain dalam Trinitas. Pihak Unitarian mengakui, di dalam Alkitab, Yesus memanggil Allah dengan kata “Bapa” dan menyebut dirinya dengan kata “Anak”, tetapi mereka menunjukkan kepada lawannya mengenai firman Yesus yang berbunyi: “Dan janganlah kamu memanggil Bapa kepada seorang pun di dunia ini, karena satu saja Bapa kamu, yaitu yang ada di Sorga.” (Matius 23:9) Dengan demikian oknum “anak” itu bukan hanya satu—bukan Yesus saja, melainkan berjuta-juta manusia!


Pihak Trinitarian tidak mampu mematahkan argumentasi pihak Unitarian (Adopsionisme), sebab kepercayaan terhadap doktrin Trinitas yang diyakini oleh mereka tidak berdasarkan pada Alkitab, terutama Injil. Dengan susah payah mereka berusaha ingin membuktikan (berapologi) bahwa Alkitab telah menyatakan “Yesus itu bayangan Allah yang Maha Benar”. Pihak Unitarian menjawab: “Kita sebagai manusia adalah bayangan dan kemegahan Tuhan. Jika dikatakan bahwa bayangan Allah adalah Tuhan, berarti seluruh manusia itu adalah Tuhan!”


Perdebatan dalam sidang semakin meruncing, dan semua pihak merasa pesimis terhadap hasil sidang itu. Pada akhirnya masing-masing pihak saling mengharapkan dukungan Kaisar yang memegang keputusan akhir. Constantia (Flavia Julia Constantia), adik tiri Kaisar Konstantin, adalah penganut paham Unitarian, memberitahu Eusebius dari Nicodemia bahwa sang Kaisar ingin mempersatukan gereja. Karena perpecahan akan membahayakan posisi kekaisaran. Jika tidak tercapai persetujuan dan kesamaan keyakinan, mungkin kaisar akan kehilangan kesabaran dan menarik bantuannya kepada Gereja, yang akan mengakibatkan keadaan Kekristenan lebih memprihatinkan dari pada sebelumnya.


Eusebius berunding dengan Arius bersama sahabat lainnya, dan mengambil kebulatan tekad untuk mempertahankan keyakinannya, serta menolak doktrin Trinitas yang mungkin akan mendapatkan suara mayoritas dalam Konsili Nicaea itu.


Dukungan Konstantin terhadap Gereja Paulus akan menambah kekuasaan Gereja, dan akan mampu mengakhiri Gereja Rasuli (Unitarian) di Afrika Utara dengan segala bentuk kekerasan. Untuk mendapatkan dukungan itu, Gereja Paulus menyetujui perubahan-perubahan pada ajaran Kristen. Karena pemujaan kepada Dewa Matahari Sol Inviticus sudah menjadi tradisi bangsa Romawi pada waktu itu, dan kaisarnya dipandang sebagai perwujudan dari Dewa Matahari, maka Gereja Paulus menyusun rumusan sebagai berikut:


1. Hari Minggu (hari Dewa Matahari Sol Inviticus) bangsa Romawi dijadikan hari Sabat bagi agama Kristen.


2. Hari kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember dijadikan hari kelahiran Yesus.


3. Lambang Dewa Matahari, Salib Sinar, dijadikan lambang agama Kristen [sebelumnya lambang salib ditolak oleh ajaran Kristen mana pun].


4. Untuk menyatukan upacara ritual bagi Dewa Matahari dan Yesus, patung Dewa Matahari pada salib diganti dengan patung Yesus.


Kaisar merasa puas, karena jurang perbedaan antara Kekristenan dengan paganisme yang dianut oleh bangsa Romawi bisa diakhiri. Akhirnya Trinitas itupun diterima dengan suara terbanyak sebagai keyakinan (ajaran) resmi dalam agama Kristen. Pengertian Keesaan Tuhan dalam bahasa Yesus telah berubah maknanya setelah disalin dalam bahasa filsafat Neo-Platonisme yang dikenal dengan Mystic Trinity (Misteri Trinitas). Setelah perubahan pengertian Keesaan Tuhan diterima oleh suara terbanyak, langkah perumusan ajaran Kekristenan lainnya semakin jauh menyimpang dari ajaran Yesus. Rumusan Syahadat Nicaea yang dikenal sampai saat ini adalah rumusan yang ditandatangani oleh peserta konsili itu, dengan mendapatkan dukungan kaisar Konstantin.


Karena pihak Arius tidak mau mengakui keputusan Konsili itu, maka diumumkan anatema (kutukan) terhadap ajaran Arius, sebagai berikut: “Bagi orang yang berkata: “Ada jarak waktu dimana Yesus belum ada. Sebelum dilahirkan, Yesus tidak ada. Yesus diciptakan dari yang tidak ada. Anak (Yesus) berbeda zatnya dengan Allah. Yesus adalah obyek perubahan, maka Gereja Katolik menjatuhkan kutukan.”


Setelah peserta konsili pulang ke daerahnya masing-masing, mereka terlibat kembali dalam perdebatan mengenai keputusan konsili itu. Pengikut Unitarian (Adopsionisme) yang selalu menentang keputusan konsili itu ditangkapi, dan sebagian dibunuh, dan yang tak mau tobat untuk menerima doktrin Trinitas dijebloskan dan disiksa di penjara bawah tanah. Arius sendiri sejak tahun 325 M, telah dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah di pulau kecil sekitar selat Bosporus. Walaupun begitu, perdebatan semakin meruncing di wilayah kekuasaan Romawi. Hanya Athanasius yang masih mematuhi keputusan tersebut, sedangkan para pendukungnya sendiri diliputi kebingungan menghadapi berbagai tantangan.


Sabinas, uskup tertua di Thracia, mengatakan, orang-orang yang hadir dalam Konsili Nicaea itu adalah orang dungu yang bodoh. Keputusan Konsili itu hanya disahkan oleh orang-orang tolol yang tidak memiliki pengetahuan dalam masalah itu. Setelah konsili selesai, Patriarkh Alexander wafat tahun 328 M. Terjadilah perebutan jabatan keuskupan Aleksandria. Athanasius dipilih dan ditasbihkan menjadi uskup di daerah itu. Pemilihan itu menimbulkan kecaman keras, karena dilakukan dengan intimidasi dan tindakan kekerasan lainnya. Pengikut Arius mengadakan perlawanan terhadap Athanasius.


Costantina Agusta, saudara kaisar Konstantin, menentang pembunuhan terhadap orang Kristen Unitarian, terutama menentang pembuangan Eusebius dari Nicomedia. Dia tetap mempertahankan bahwa Arius adalah pemimpin agama Kristen yang benar. Akhirnya, Konstantina berhasil membebaskan Eusebius agar kembali ke istana. Kembalinya Eusebius ini merupakan pukulan telak bagi kelompok Athanasius. Konstantin semakin condong kepada Arius. Ketika mendapat laporan tentang kecaman masyarakat Kristen atas pemilihan Athanasius, dia memanggil uskup itu agar datang ke Konstantinopel. Dengan berbagai alasan Athanasius tidak mau datang memenuhi panggilan itu. Pada tahun 335 M, ketika dilangsungkan konsili di kota Tyre untuk memperingati tiga puluh tahun pemerintahan kaisar Konstantin, Athanasius diwajibkan untuk menghadirinya. Dalam konsili itu, dia dituduh telah melakukan kelaliman di wilayah keuskupannya. Karena suasana sidang saat itu menyudutkan dirinya, maka dia segera keluar sebelum konsili menjatuhkan hukuman kutukan kepada dirinya. Para uskup kemudian melanjutkan sidang di Yerusalem dan mengukuhkan kutukan terhadap Athanasius, serta menerima Arius kembali ke pangkuan Gereja.


Konstantin mengundang Arius dan Eusebius ke Konstantinopel. Perdamaian antara Arius dan Kaisar terjalin baik, dan para uskup menjatuhkan kutukan kepada Athanasius.


Arius diangkat menjadi Patriarkh Konstantinopel, tetapi jabatan itu tidak berlangsung lama, dia wafat secara mendadak pada tahun 336 M, karena makanannya diberi racun. Pihak Gereja Barat menganggapnya suatu keajaiban, tetapi pihak istana mencurigai peristiwa itu. Kaisar membentuk komisi untuk menyelidikinya. Athanasius terbukti sebagai otak pembunuhan tersebut dan dijatuhi kutukan.


Konstantin yang perasaannya sangat terguncang atas kematian Arius itu, di bawah bimbingan Constantina, akhirnya dia memeluk agama Kristen Unitarian, dan dibaptis oleh Eusebius dari Nicomedia. Pada tahun 377 M, kaisar Romawi itu meninggal dunia dengan membawa keyakinan bahwa Tuhan ALLAH satu-satunya Tuhan Yang Disembah, dan Yesus adalah tidak lain hanya manusia biasa yang diutus oleh Allah, Bapa-Nya.


Arius memiliki peranan penting dalam sejarah Kekristenan. Bukan hanya karena jasanya yang berhasil menarik kaisar Konstantin memeluk agama Kristen, tetapi juga karena mewakili orang-orang yang tabah mempertahankan ajaran Yesus yang murni. Di saat itu ajaran Yesus tercampur aduk dengan kepercayaan-kepercayaan paganisme dan politeisme, sehingga ajaran Kristen yang asli dan yang palsu semakin kabur. Maka Arius dengan segala keberaniannya dan ketabahan hatinya, tampil mempertahankan kemurnian ajaran Yesus—walau selalu dianggap sesat oleh Gereja Trinitarian dan yang sealiran.


1 Kuasa Kepausan menjadi paling tinggi dalam dunia Kekristenan sejak tahun 538 M berdasarkan dekrit kaisar Roma bernama Justinian, yang mengumumkan bahwa uskup Roma sebagai kepala dari seluruh gereja (Undang-Undang Justinian).


(Sumber: Sejarah Kristen, Wikipedia, Abrahamic Faiths )

Islam dalam Alkitab: Tafsir Matius 6:1-4 Tentang Ikhlas dalam Bersedekah


Sangat sedikit sekali yang memahami bahwa ajaran Islam sangat mencocoki apa yang diajarkan Yesus Kristus Isa Al Masih Sang Nabi Utusan Tuhan. Salah satu yang beliau ajarkan adalah PERINTAH untuk berSEDEKAH secara IKHLAS. Sangat menarik bahwa Sedekah secara IKHLAS yang diajarkan sang Nabi sejalan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi sesudah beliau, Muhammad Rasulullah sholallahu alaihi wassalam.
Matius 6:1-4
6:1 Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Allah Rabb yang mengutus Yesus Kristus berFirman, yang artinya:

Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Baqoroh: 271).  


Sebagai makhluk sosial  yang baik Yuk kita bersedekah , 

Doa Yesus di Getsemani : Penyelamatan Malaikat dari Cawan Salib


Benarkah Yesus rela disalib? Kita simak apakah orang yang rela disalib akan ketakutan…
Matius 26:37 … Maka mulailah beliau merasa sedih dan gentar
Markus 14:33 …Beliau sangat takut dan gentar,
Lukas 22:44… Beliau sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa..
Jelas….Beliau tidak ingin disalibkan oleh Yahudi dan berdoa supaya lepas dari cawan fitnah penyaliban…
Matius 26:39 Maka beliau maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata beliau: “Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaku”
Markus 14:36 Katanya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagimu, ambillah cawan ini dari padaku”
Lukas 22:42 “Ya Bapaku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaku…
Dan telah dinubuatkan dalam Mazmur bahwa doa beliau dikabulkan, dan beliau diselamatkan dari fitnah ular beludak kafir Yahudi…
Mazmur 91
91:14 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.
91:15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
dan penyelamatan dari pembunuhan salib ini dinukil juga dalam Kisah Para Rasul bagaimana Yesus sang manusia kudus terselamatkan dari pembunuhan penyaliban…
Kisah Para Rasul 2:27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepadadunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan
Malam itu adalah malam dimana para Malaikat diutus untuk menatang Yesus Kristus sang Nabi dengan tangan-tangan para Malaikat yang mulia dari konspirasi penyaliban oleh Oraang2  Yahudi, sebagaimana
Mazmur 91
91:11 sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
91:12 Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.
91:13 Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.
Dan hal ini dibenarkan oleh iblis bahwa Yesus Kristus adalah manusia istimewa yang tidak akan mendapatkan marabahaya karena penjagaan ALLAH atas diri beliau..Jangankan digampar dan disalib, terantuk batu pun sang Nabi akan diselamatkan..
Matius 4
4:6 lalu berkata kepada-Nya: “…sebab ada tertulis: Mengenai engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.
Demikianlah seorang Nabi yang kudus, Yesus Kristus dipanjangkan umur beliau setelah peristiwa itu
Mazmur 91:16 91:16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.
Dan berita seperti inilah yang dikabarkan oleh ALLAH 600 tahun setelah malam itu berlalu, menjelaskan tentang apa yang terjadi di malam itu, dalam FirmanNya dalam bahasa Arab…
AnNisa 157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa

Tuesday, 19 February 2013

Pasangan Berkeliling Dunia dengan Sepeda, Tewas di Thailand

Sepasang warga negara Inggris yang sedang melakukan perjalanan keliling dunia dengan sepeda tewas karena kecelakaan di Thailand.


Peter Root dan Mary Thompson, yang mengabadikan perjalanan mereka dalam sebuah blog, meninggal Rabu pekan lalu saat tertabrak truk pick-up di sebuah provinsi di timur Bangkok, menurut kepolisian Thailand, Senin kemarin.



Pasangan tersebut yang sama-sama berusia 34 tahun berasal dari Guernsey di Kepulauan Channel. Mereka meninggalkan Inggris pada Juli 2011 dan telah bersepeda melewati Eropa, Timur Tengah, Asia Tengah, dan Cina.

Perjalanan tersebut adalah pengalaman sekali seumur hidup buat pasangan yang bertemu saat bersama-sama menjadi mahasiswa seni. Mereka menabung dan merencanakan perjalanan tersebut selama enam tahun, kata ayah Peter, Jerry Root pada Associated Press pada sebuah wawancara.


"Keduanya adalah inspirasi," kata Jerry Root. "Mereka tak hanya ngomong, tapi mereka melakukan sesuatu. Saya sangat bangga dengan mereka."



Menurut Root, Peter dan Mary adalah pesepeda berpengalaman yang menyadari risiko dan kesulitan dari perjalanan bersepeda dalam waktu lama.



"Mereka berkemah dengan bebas. Kesedihan saya berkurang ketika saya memikirkan betapa mereka bahagia dengan satu sama lain. Mereka menjalani kehidupan yang mereka inginkan. Kehidupan yang sangat bahagia, sangat bermakna."



Peter dan Mary sering mengirimkan foto dan detil perjalanan mereka lewat situs Two on Four Wheels. Mereka juga punya banyak follower di Twitter dan Facebook yang mengikuti perjalanan mereka serta menikmati petualangan duo ini sampai ke bagian paling terpencil di Asia Tengah.



Video yang mereka unggah ke situs menampilkan mereka berkemah di gurun pasir, bersepeda di perbukitan, berhenti untuk berenang di sungai dan danau, serta berpacu di tengah badai salju berat. Mereka juga bersepeda melewati situasi politik gentik di tengah konflik bersenjata di Tajikistan.



Ada juga video yang menunjukkan Mary Thompson mengalami luka di lututnya setelah tabrakan dengan truk. Kulit mereka terlihat coklat, wajah keduanya tampak bahagia dan santai -- meski agak berantakan karena angin -- dalam video-video tersebut. Tampak jelas bahwa mereka sangat menikmati kehidupan di jalanan.



"Mereka tak pernah membicarakan perjalanan ini akan berakhir di suatu tempat, atau kapan akan selesai," kata saudara laki-laki Mary, Ben Thompson. "Mereka tak punya rencana tetap, hanya gambaran kasar. Mereka suka bertemu orang-orang. Mereka sering mengajak orang ke api unggun untuk berbagi cerita, bir, dan makanan."



Setelah Asia Tenggara, pasangan ini berencana menuju Selandia Baru untuk beristirahat sebentar.



Menurut polisi Thailand Letkol Supachai Luangsukcharoen pada hari Senin, para penyelidik menemukan jenazah mereka, dua sepeda, dan barang-barang mereka tersebar di pinggir jalan, begitu pula dengan truk pickup yang ada di antara pepohonan.



Pengemudi truk, Worapong Sangkhawat, 25, juga terluka berat dalam kecelakaan tersebut. Kata Supachai, truk yang dikendarai Sangkhawat menabrak dua pesepeda tersebut saat ia sedang mengambil topi yang terjatuh dari lantai mobil.



Si pengemudi dilepaskan dengan jaminan dan kini menghadapi tuntutan menyebabkan kematian karena mengendarai mobil secara berbahaya. Hukuman maksimalnya adalah 10 tahun di penjara.



Jenazah pasangan ini disimpan di unit penyelamatan di Chachoengsao, 30 km timur Bangkok, sebelum dipulangkan ke Inggris.

Monday, 18 February 2013

DAFTAR ISI